Perkembangan teknologi informasi mulai
merambah dunia keperawatan. Kebutuhan layanan kesehatan juga termasuk
keperawatan yang cepat, efisien dan efektif menjadi tuntutan masyarakat modern
saat ini. Dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, istilah
telemedicine, telehealth dan telenursing menjadi popular sebagai salah satu
model layanan kesehatan.
Teknologi informasi dapat dimanfaatkan
dalam bidang perkembangan riset keperawatan berbasis informatika kesehatan.
Dapat juga digunakan dikampus dengan video conference, pembelajaran on line dan
Multimedia Distance Learning. Pengolahan data dalam riset keperawatan perlu
ketelitian, dengan perhitungan menggunakan teknologi informasi yang sudah ada
maka kesalahan dalam perhitungan dapat diminimalkan agar dasar-dasar keilmuan
yang nantinya akan menjadi landasan dalam kegiatan praktik klinik, pendidikan,
dan menejemen keperawatan dapat diperkuat.
Penggunaan teknologi informasi dalam
riset keperawatan juga untuk pendokumentasian hasil riset yang telah dilakukan.
Setelah itu, perlu mempublikasikan hasil riset keperawatan sebagai ilmu untuk
perawat lain dan masyarakat tentang hal yang berkaitan dengan isu keperawatan.
Semua proses yang dibutuhkan dalam melakukan riset keperawtan pun akan lebih
mudah dan efektif.
Seiring dengan pesatnya kebutuhan akan
penggunaan teknologi informasi, perawat juga perlu berpartisipasi memanfaatkan
teknologi yang sudah ada agar kegiatan yang dilakukan menjadi lebih efisien,
salah satunya untuk riset keperawatan. Penggunaan teknologi informasi dalam
riset keperawatan dapat digunakan untuk pengolahan data, penulisan hasil riset,
penyimpanan, metode baru dalam pendokumentasian, peningkatan akses informasi, pengembangkan
kemampuan pengambilan keputusan yang dapat membantu melakukan perubahan dalam
profesionalisasi perawat serta publikasi hasil riset keperawatan.
Sebagai perawat yang mampu mengikuti perkembangan zaman, guna meningkatkan profesionalisme dan kemampuan maka pemanfaatan teknologi harus benar-benar digunakan untuk kegiatan yang dilakukan oleh perawat termasuk melakukan riset.
Sebagai perawat yang mampu mengikuti perkembangan zaman, guna meningkatkan profesionalisme dan kemampuan maka pemanfaatan teknologi harus benar-benar digunakan untuk kegiatan yang dilakukan oleh perawat termasuk melakukan riset.
Perawat
sebagai salah satu tenaga yang mempunyai kontribusi besar bagi pelayanan
kesehatan, mempunyai peranan penting untuk meningkatkan mutu pelayanan
kesehatan. Dalam upaya peningkatan mutu, seorang perawat harus mampu
melaksanakan asuhan keperawatan sesuai standar, yaitu mulai dari pengkajian
sampai dengan evaluasi berikut dengan dokumentasinya.
Pendokumentasian
Keperawatan merupakan hal penting yang dapat menunjang pelaksanaan mutu
asuhan keperawatan. (Kozier,E. 1990). Selain itu dokumentasi keperawatan
merupakan bukti akontabilitas tentang apa yang telah dilakukan oleh seorang
perawat kepada pasiennya. Dengan adanya pendokumentasian yang benar maka bukti
secara profesional dan legal dapat dipertanggung jawabkan
Masalah yang
sering muncul dan dihadapi di Indonesia dalam pelaksanaan asuhan keperawatan
adalah banyak perawat yang belum melakukan pelayanan keperawatan sesuai standar
asuhan keperawatan. Pelaksanaan asuhan keperawatan juga tidak disertai
pendokumentasian yang lengkap.( Hariyati, RT., th 1999). Saat ini
masih banyak perawat yang belum menyadari bahwa tindakan yang dilakukan harus
dipertanggungjawabkan. Selain itu banyak pihak menyebutkan kurangnya
dokumentasi juga disebabkan karena banyak yang tidak tahu data apa saja yang
yang harus dimasukkan, dan bagaimana cara mendokumentasi yang benar.( Hariyati,
RT., 2002)
Kondisi tersebut di atas membuat perawat mempunyai potensi
yang besar terhadap proses terjadinya kelalaian pada pelayanan kesehatan pada
umumnya dan pelayanan keperawatan pada khususnya. Selain itu dengan tidak ada
kontrol pendokumentasian yang benar maka pelayanan yang diberikan kepada
pasien akan cenderung kurang baik, dan dapat merugikan pasien.
Pendokumentasian asuhan keperawatan yang berlaku di beberapa
rumah sakit di Indonesia umumnya masih menggunakan pendokumentasian tertulis.
Pendokumentasian tertulis ini sering membebani perawat karena perawat harus
menuliskan dokumentasi pada form yang telah tersedia dan membutuhkan waktu
banyak untuk mengisinya. Permasalahan lain yang sering muncul adalah
biaya pencetakan form mahal sehingga sering form pendokumentasian tidak
tersedia
Pendokumentasian
secara tertulis dan manual juga mempunyai kelemahan yaitu sering hilang.
Pendokumentasian yang berupa lembaran-lembaran kertas maka dokumentasi
asuhan keperawatan sering terselip. Selain itu pendokumentasian secara tertulis
juga memerlukan tempat penyimpanan dan akan menyulitkan untuk pencarian kembali
jika sewaktu-waktu pendokumentasian tersebut diperlukan. Dokumentasi yang hilang
atau terselip di ruang penyimpanan akan merugikan perawat. Hal ini karena tidak
dapat menjadi bukti legal jika terjadi suatu gugatan hukum, dengan demikian
perawat berada pada posisi yang lemah dan rentan terhadap gugatan hukum.
Di luar negri kasus hilangnya
dokumentasi serta tidak tersedianya form pengisian tidak lagi menjadi
masalah. Hal ini karena pada rumah sakit yang sudah maju seluruh
dokumentasi yang berkaitan dengan pasien termasuk dokumentasi asuhan
keperawatan telah dimasukkan dalam komputer. Dengan informasi yang berbasis
dengan komputer diharapkan waktu pengisian form tidak terlalu lama, lebih
murah, lebih mudah mencari data yang telah tersimpan dan resiko hilangnya data
dapat dikurangi serta dapat menghemat tempat karena dapat tersimpan dalam ruang
yang kecil yang berukuran 10 cm x 15 cm x 5 cm . Sistem ini sering
dikenal dengan Sistem informasi manjemen.
Sistem informasi merupakan suatu kumpulan dari
komponen-komponen dalam organisasi yang berhubungan dengan proses penciptaan
dan pengaliran informasi. Sistem Informasi mempunyai komponen- komponen yaitu
proses, prosedur, struktur organisasi, sumber daya manusia, produk, pelanggan,
supplier, dan rekanan. (Eko,I. 2001).
Sistem
Informasi manajemen asuhan keperawatan sudah berkembang di luar negri sekitar
tahun 1992, di mana pada bulan September 1992, sistem informasi diterapkan pada
sistem pelayanan kesehatan Australia khususnya pada pencatatan pasien.
(Liaw, T.,1993).
Pemerintah
Indonesia sudah mempunyai visi tentang sistem informasi kesehatan nasional
yaitu Informasi kesehatan andal 2010(Reliable Health Information 2010 ).
(Depkes, 2001). Pada Informasi kesehatan andal tersebut telah direncanakan untuk
membangun system informasi di pelayanan kesehatan dalam hal ini Rumah sakit dan
dilanjutkan di pelayanan di masyarakat, namun pelaksanaannya belum optimal.
Oleh karena itu dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan
keperawatan, maka perlu dibuat suatu mekanisme pendokumentasian yang mudah dan
cepat berkaitan dengan dokumentasi proses keperawatan. Dengan adanya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi,
maka sangat dimungkinkan bagi perawat untuk memiliki sistem pendokumentasian
asuhan keperawatan yang lebih baik. Metode
pendokumentasian asuhan keperawatan saat sudah mulai menunjukkan perkembangan,
dari yang sebelumnya manual, bergeser kearah komputerisasi. Metode
pendokumentasian tersebut dengan menggunakan Sistem Informasi Manajemen.
Sistem informasi manajemen berbasis komputer tidak hanya
bermanfaat dalam pendokumentasian asuhan keperawatan, namun juga dapat menjadi
pendukung pedoman bagi pengambil kebijakan/pengambil keputusan di
keperawatan/Decision Support System dan Executive Information System (Eko,I.
2001). Informasi asuhan keperawatan dalam sistem informasi manajemen yang
berbasis komputer dapat digunakan dalam menghitung pemakaian tempat tidur
/BOR pasien, angka nosokomial, penghitungan budget keperawatan dan sebagainya.
Dengan adanya data yang akurat pada keperawatan maka data ini juga dapat
digunakan untuk informasi bagi tim kesehatan yang lain. Sistem Informasi asuhan
keperawatan juga dapat menjadi sumber dalam pelaksanaan riset keperawatan
secara khususnya dan riset kesehatan pada umumnya. (Udin,and Martin, 1997).
Oleh karena itu
system sistem informasi manajemen berbasis komputer ini sangat penting dan
sangat dibutuhkan oleh manajemen rumah sakit, dimana aktifitas perawatan dapat
termonitor dalam sebuah data base rumah sakit.
Manfaat lain yang dapat diperoleh dari sistem informasi yang
berbasis komputer ini ialah system ini sangat praktis karena mampu menyimpan
data yang sangat banyak penuh dalam sebuah kotak kecil / hard disk yang
berukuran hanya 15x10x 5 cm. Sistem informasi berbasis komputer juga dirancang
untuk mengikuti era globalisasi sehingga perawat di Indonesia tidak tertinggal
dengan perawat yang diluar negeri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar